Jumat, 29 Desember 2017

Piagam Gumi Sasak: Cerminan Jati Diri Sesungguhnya



Siapa yang tidak tahu Pulau Lombok, selain terkenal dengan pemandangan alamnya yang sangat indah, Pulau Lombok juga memiliki adat dan tradisi kebudayaan yang beragam. Suku Sasak adalah masyarakat yang ada di dalamnya, sekaligus juga sebagai orang-orang yang menjalani dan memiliki kewajiban untuk melestarikan kebudayaan yang telah diwariskan oleh para pendahulu.
Pada tanggal 26 Desember 2015 menjadi tanggal dan tahun yang sangat bersejarah bagi Suku Sasak. Karena pada saat itu berkumpul beberepa tokoh pemerhati budaya untuk mengumumkan sebuah konsep kebudayaan yang berisi pernyataan sikap yang dicetuskan oleh tokoh-tokoh dari Suku Sasak yang disebut sebagai Piagam Gumi Sasak.
Diciptakannya Piagam Gumi Sasak dilandasi dari keresahan suku sasak itu sendiri yang takut akan tergesernya eksistensi identitas suku sasak yang semakin lama akan dipengaruhi oleh budaya dari luar. 
Para intelektual beserta tokoh-tokoh masyarakat berkumpul untuk menyatukan pemikiran-pemikiran melalui diskusi-diskusi dalam rentan waktu yang panjang. Lalu terbentuklah sebuah pemikiran yang melandasinya bahwa kami (suku sasak) ingin menyatakan sikap kembali pada nilai dasar yang diajari oleh leluhur kami dan kami akan maju dan sejahtera dengan nilai-nilai itu.
Isi dari Piagam Gumi Sasak tersebut adalah tentang bagaimana mengetahui nilai-nilai sejarah tradisi Suku Sasak, bagaimana mengambil peran atau sikap tanpa kehilangan identitas, dan bagaimana kita sebagai generasi muda Suku Sasak memiliki rasa tanggung jawab memperjuangkan masa depan budaya Suku Sasak.
Piagam Gumi Sasak dibacakan pertama kali di museum NTB. Berikut adalah isi dari teks Piagam Gumi Sasak. 

BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM

Menjadi bangsa Sasak adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT dan generasi mendatang. Menunaikan amanah Sasak itu sejatinya merupakan matarantai sejarah kemanusiaan, melalui symbol-simbol yang diletakkan dalam pemikiran bangsa Sasak yang terhampar di Gumi Paer. Simbol-simbol itu merupakan tanda-tanda yang terbaca yang membawa kembali menuju jatidirinya yang sebenarnya.

Perjalanan sejarah bangsa Sasak yang diwarnai oleh hikmah yang tertuang dalam berbagai bencana yang menenggelamkan, mengaburkan, dan menistakan keluhuran budaya Sasak. Berbagai catatan penekanan, pendangkalan makna, pengetahuan jati diri, sampai pembohongan sejarah dengan berbagai kepentingan para penguasa yang masih berlangsung hingga saat ini, melalui pencitraan budaya dan sejarah bangsa yang ditulis dengan perspektif dan kepentingan kolonialisme dan imperialism modern. Hal itu telah membuat bangsa ini menjadi bangsa inferior yang tak mampu tegak di antara bangsa-bangsa lain dalam rangka menegakkan amanat kefitrahannya sebagai bangsa.

Sadar akan hal tersebut, kami anak-anak bangsa Sasak mengumumkan PIAGAM GUMI SASAK sebagai berikut:

Pertama:

Berjuang bersama menggali dan menegakkan jatidiri bangsa Sasak demi kedaulatan dan kehormatan budaya Sasak.

Kedua:

Berjuang bersama memelihara, menjaga, dan mengembangkan khazanah intelektual bangsa Sasak agar terpelihara kemurnian kebenaran, kepatutan, dan keindahannya sesuai dengan roh budaya Sasak.

Ketiga:

Berjuang bersama menegakkan harkat dan martabat bangsa Sasak melalui karya-karya kebudayaan yang membawa bangsa Sasak menjadi bangsa yang maju dan menjunjung tinggi nilai religiusitas dan tradisionalitas.

Keempat:

Berjuang bersama membangun citra sejati bangsa Sasak baru dengan kejatidirian yang kuat untuk menghadapi tantangan peradaban masa depan.

Kelima:
Berjuang bersama dalam satu tatanan masyarakat adat yang egaliter, bersatu, dan berwibawa dalam bingkai Negara Kesauan Republik Indonesia.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan serta memberkahi perjalanan bangsa Sasak menuju kemaslahatan seluruh umat manusia.

Mataram, 14 Mulut tahun Jimawal/ 1437 H

26 Desember 2015

Ditandatangani bersama kami,

1.   Drs. Lalu Azhar

2.   Drs. Haji Lalu Mujtahid

3.   Drs. Lalu Baiq Windia M. Si

4.   TGH. Ahyar Abduh

5.   Drs. H. Husni Mu’adz MA., Ph. D.

6.   Dr. Muhammad Fajri, M.A.

7.   Dr. H. Jamaluddin,  M. Ag.

8.   Dr. Lalu Abd. Khalik, M. Hum.

9.   Drs. H. A. Muhit Ellepaki, M. Sc.

10. Dr. H. Sudirman M. Pd.

11. Dr. H.L., Agus Fathurrahman

12. Mundzirin, S. H.

13. L. Ari Irawan, SE., S. Pd., M. Pd.


Untuk menyaksikan pembacaan Piagam Gumi Sasak, lebih lengkapnya saksikan langsung pembacaan Piagam Gumi Sasak dengan mengunjungi link di bawah ini.
 
Narasumber: L. Ari Irawan, SE., S. Pd., M. Pd.

39 komentar:

  1. Mantap jiwa. Terimakasi postingannya

    BalasHapus
  2. Mantap👍
    . Terimakasih infonya😀😀

    BalasHapus
  3. Mantap mari kita menjadi generasi yang tercantum di dalam Piagam Gumi Sasak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mari kita sama2 menjaga dan melestarikan budaya kita tercinta 😊

      Hapus
  4. Balasan
    1. Terimakasih kembali adek, semoga bermanfaat 😉

      Hapus
  5. Mulen mantep gumi sasak niki meton ��
    Mari kita jaga gumi sasak ini agar tetep menjadi gumi nomor sopokn ☝

    BalasHapus
  6. Mulen mantep gumi sasak niki meton ��
    Mari kita jaga gumi sasak ini agar tetep menjadi gumi nomor sopokn ☝

    BalasHapus
  7. Lombok I love you. Terima kasih buat infonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih kembali, semoga bermanfaat 😊

      Hapus
  8. Keren brooo, d kembangkan lagi model susunan tebal tipis pembeda hurufnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas masukannya, semoga ke depannya bisa lebih baik lagi.

      Hapus
  9. keren kak sof :) jadi makin tau lombok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah mengunjungi blog ini, semoga dapat menambah pengetahuan tentang Lombok yaa 😊

      Hapus
  10. Terimkasih bnyak informasi dalam postingan ini sangat bermanfaa.

    BalasHapus
  11. Postingan yang sangat bermanfaat dan menambah wawasan. Good information 👍👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih, semoga menambah kesadaran untuk menjaga budaya kita yaa😊

      Hapus
    2. Terimakasih, semoga menambah kesadaran untuk menjaga budaya kita yaa😊

      Hapus
  12. Postinga yang bagus, Sebagai orang sasak tentu sudah seharusnya mengetahui peristiwa-peristiwa seperti ini.

    BalasHapus
  13. Mari kita lestarikan budaya kita tercinta 😊

    BalasHapus
  14. Mari kita lestarikan budaya kita tercinta 😊

    BalasHapus
  15. Seiring perkembangan zaman yang semakin bebas apa yang harus kita lakukan sebagai generasi muda untuk menjaga dan melestarikan budaya kita??

    BalasHapus
  16. Ayo kita lestarikan budaya kita dengan bukti nyata.

    BalasHapus
  17. Iiihrrrr bahasannya keren! Mari kita tetap merangkul adat, tradisi dan budaya gumi sasak kita. Jgn sampai nilai2 yg terdapat didalamnya tergerus modernisasi dan industrialisasi! Terbuka namun tetap terjaga! Smgt!!!

    BalasHapus
  18. Oowhh baru tau ternyata budaya sasak luar biasa, walaupun bukan orang sasak, tapi bangga ada disekitar mereka :)

    BalasHapus
  19. Lestarikan budaya Sasak...
    Terima kasih informasinya

    BalasHapus