Senin, 25 Desember 2017

Simbol Cinta: Sorong Serah Aji Krame, Perkawinan Adat Sasak



Bangse sasak terdiri atas empat wilayah yakni Selaparang, Bayan, Pejanggik, dan Pujut. Itu dikenal sebagai catur mandale. Namun bukan berarti empat wilayah tersebut berbeda. Pada dasarnya itu adalah wujud tunggal dari bangse sasak.
Bangse sasak memiliki stratifikasi sosial menurut adat dan budaya. Semua itu bermula dari adanya kedatuan-kedatuan yang ada di bumi sasak. Sehingga dimana ada datu disana ada kaula.
Dari sana terbentuklah jati diri sesungguhnya, yakni kemampuan dari masing-masing urutan stratifikasi sosial tersebut. Disanalah kaitannya dengan sorong serah aji krame tersebut, harga (ajin) sudah terbentuk dari berabad-abad tahun yang lalu oleh para leluhur kita masing-masing.
Sehingga terbentuklah istilah aji krame dengan tingkatan-tingkatan yakni 33 (ajin krame kaule), 66 (ajin krame madie atau masyarakat menengah), 100 (ajin krame bangsawan), bahkan ada yang 200 (ajin krame datu, patih, para punggawa, dll).
Makna aji itu sendiri memiliki 4 makna yakni makna yg pertama adalah sang aji, sang datu. Makna yg kedua adalah tuan aji atau orang-orang yang pergi berhaji. Makna ketiga adalah nilai. Dan aji makna keempat ialah jual beli. Kemudian kata krame itu sendiri artinya adalah wilayah.
Lalu definisi dari aji krame itu adalah harga/nilai dalam satu komunitas wilayah kedatuan.
Aji krame itu sendiri ditentukan dari kemampuan lahir batin sandang pangan papan, kemampuan finansial maupun spiritual kita sendiri sebagai bangse sasak.
Lalu mengapa ada sorong serah? Semua ini berlaku untuk semua wilayah yang pantang untuk melanggar sekupu. Sekupu disini bermakna aturan untuk pernikahan yang setara tingkat stratifikasi sosialnya.
Ada sekupu game (satu agama) dan ada sekupu wangse (satu bangsa).
Namun sekupu wangse seringkali dilanggar jika sudah terdapat cinta di dalamnya. Sehingga terjadilah perkawinan yang menimbulkan stratifikasi sosial yang berbeda diantara kedua pengantin. Lewat perkawinan inilah terjadi sorong serah aji krame.
Mengapa dikatakan sorong? Karena itu sesuatu yang berat maka kita sorong ramai-ramai. Dan serah itu sudah jelas sesuatu yang kita dorong bersama itu kita serahkan juga kepada orang banyak.
Lalu apa yang diserah? Penyerahan itu berbentuk material, berbentuk simbol-simbol dari kemampuan finansial lelaki tersebut.
Sorong serah aji krame bertujuan untuk memberitahukan kepada khalayak ramai atau saksi yang ada dibawah tetaring bahwa telah terjadi pernikahan yang sah secara adat.
Sorong serah dilakukan oleh dua pihak, yakni pihak perempuan sebagai yang menerima dan pihak laki-laki sebagai yang mengantar.
Adapun ritual atau rangkaian acara yang dilakukan saat acara sorong serah aji krame adalah sebagai berikut.
Pertama pisolo atau orang yang mengabarkan kepada pihak perempuan bahwa pembayun dari pihak laki-laki sudah siap untuk masuk.
Lalu disana masuklah rombongan pembayun dari pihak laki-laki yang dimulai dengan mengucapkan salam secara adat dan agama. Lalu disitu terjadi penyerahan, sesuai dengan nilai atau harga yang sudah ditentukan dengan adanya simbol-simbol kemampuan seorang laki-laki yang sudah siap mengambil perempuan sebagai istrinya menurut adat sasak.
Yang diserahkan itu berupa simbol-simbol seperti kepeng (uang), benang (lemabaran-lembaran kain).
Simbol yang pertama bernama sirah aji yg menandakan ada wadah yang disimbolkan dengan bokor yang berisi kain putih yang di dalamnya ada keris dan kain hitam yang diikat dengan lawe . Dimana putih itu menandakan suci yakni agama dan hitam menandakan adat. Bermakna agama dan adat tidak dapat dipisahkan. Makna kedua yakni laki-laki dan perempuan yang sudah diikat tidak boleh terpisah karena sudah terikat di dalam wadah atau dunia ini. Dan keris itu sendiri disebut sebagai kebo turu (kerbau tidur) yang memiliki makna bahwa proses adat sorong serah aji krame itu tidak ada masalah dan berjalan dengan lancar.
Simbol yang kedua disebut pikolohing warge yang menandakan ada salin dede bermakna pelepasan atau pergantian tanggung jawab dari orgtua kepada suami yang disimbolkan dengan ponjol, sarung baru, sabuk nganak, dan buluh bambu. Simbol yang lain ada penginang, dimana penginang tersebut disanalah sah adat sasak. Dan di dalam penginang tersebut berisikan  enam hal, yakni lekoq, buaq, mako, apuh, gambir, rokoq, yang bermakna titi, tata, tindak, tanduk, tertib, tapsile wahyat jati. Makna dari simbol yang enam tersebut adalah, titi dalam bahasa sasak berarti jembatan yang terbuat dari sebatang kayu, yakni dari titi tersebut kita diharapkan untuk berhati-hati. Tata, kita menata kehidupan ini dengan hati-hati. Lalu yang di tata dengan hati-hati disini adalah tindak tanduk yg bermakna prilaku kita terhadap sesama bangse sasak dengan menghormati yang lebih tua dan menghargai yang lebih muda.
Tertib tapsile diambil dari kata bersile yang bermakna tingkatan-tingkatan prilaku yang harus kita patuhi agar proporsional penempatan bahasa dan laku tindak yang baik sebagai penghormatan kita kepada seseorang. Dan wahyat jati sendiri bermakna itulah jati diri bangse sasak.
Simbol yang ketiga yakni penyerahan kepeng, benang, kereng yang sudah ditentukan jumlahnya menurut tingkatan-tingkatan yang diartikan sebagai kemampuan finansial biasanya dalam bahasa sasak menyebutnya dengan sebutan kepeng benang.
Selanjutnya tibalah pembayun untuk menembang dan tembang yang dibawakan disinipun adalah tembang-tembang yg mengandung makna-makna pengajaran atau berisi nasehat tentang kehidupan. Itu dijadikan sebagai pengajaran/pembelajaran untuk menjalani kehidupan di masa depan.
Dengan beakhirnya tembang dari pembayun tadi maka berakhirlah prosesi adat sorong serah aji krame yang dilaksanakan oleh kedua belah pihak keluarga dari pengantin.

48 komentar:

  1. Balasan
    1. Hello Nova, thanks for ur caring on my blog. Wish you like it. See the next teks yeay!👌

      Hapus
  2. Waah thanks infonya sangat bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hello Nurul, makasi. Tunggu postingan selanjutnya yaa 😊

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    3. Informasi yg sangat bermanfaat. Thankyou miinn

      Hapus
    4. Hello Tri, terimakasih kembali 😊

      Hapus
  3. Informasi yang menarik dan sangat brrmanfaat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas kunjungannya. Semoga kamu suka😊

      Hapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Bgus postingannya, perkenalkan adat lombok yang jarang orang luar tahu

    BalasHapus
  6. Sangat2 menarik. Ini adalah ilmu yg mahal, sejarah yg hilang, yg banyak orang mungkin gak tau, sangat bermanfaat buat para pembaca

    BalasHapus
  7. Terimakasih, semoga kita bisa melestarikannya agar tidak termakan oleh zaman

    BalasHapus
  8. Keren
    kmbangkan trus tulisan2 trkait budaya lombok. Anak zaman skarang banyak yang tidak mengetahui budaya.

    BalasHapus
  9. Beautiful story in sasakness 👍
    Sorong serah, wedding ceremony in Lombok it so sacred 👍

    BalasHapus
  10. postingannya sangat bagus,untuk selalu mengingatkan kita akan budaya sasak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bisa dinikmati dan bermanfaat untuk banyak orang, terimakasih.

      Hapus
    2. Semoga bisa dinikmati dan bermanfaat untuk banyak orang, terimakasih.

      Hapus
  11. Semoga bermanfaat untuk para pengunjung

    BalasHapus
  12. Balasan
    1. Tengkyu, tunggu postingan selanjutnya yaa 😉

      Hapus
    2. Terimakasih infonya ditunggu postingan selanjutnya yaa

      Hapus
  13. our culture is unique, as well as said to be interesting, weird traditions also exist ...
    Oh, yes...
    Why not include his traditions dasan malang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hello Husen, thanks for visiting my blog. Let's everlasting it. See my next teks yaa 😍

      Hapus
    2. Hahahaa
      Do itashimashita.

      Hapus
    3. Oh ya tiang tunggu postingan selanjutnya,😍😍😘

      Hapus
  14. Budaya Sasak harus tetap dilestarikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mari kita sama2 melestarikan budaya kita tercinta 👌

      Hapus
    2. Mari kita sama2 melestarikan budaya kita tercinta 👌

      Hapus
  15. What a rewarding information.
    Thank's sofiya to tell us about it. 😊

    BalasHapus
  16. Thanks for visiting my blog, may be useful 👌

    BalasHapus