Bangse sasak terdiri atas empat wilayah yakni Selaparang, Bayan, Pejanggik, dan Pujut. Itu dikenal
sebagai catur mandale. Namun bukan berarti empat wilayah tersebut berbeda. Pada
dasarnya itu adalah wujud tunggal dari bangse sasak.
Bangse sasak memiliki stratifikasi
sosial menurut adat dan budaya. Semua itu bermula dari adanya kedatuan-kedatuan
yang ada di bumi sasak. Sehingga dimana ada datu disana ada kaula.
Dari sana terbentuklah
jati diri sesungguhnya, yakni kemampuan dari masing-masing urutan stratifikasi
sosial tersebut. Disanalah kaitannya dengan sorong serah aji krame tersebut,
harga (ajin) sudah terbentuk dari berabad-abad tahun yang lalu oleh para
leluhur kita masing-masing.
Sehingga terbentuklah
istilah aji krame dengan tingkatan-tingkatan yakni 33 (ajin krame kaule), 66
(ajin krame madie atau masyarakat menengah), 100 (ajin krame bangsawan), bahkan
ada yang 200 (ajin krame datu, patih, para punggawa, dll).
Makna aji itu sendiri
memiliki 4 makna yakni makna yg pertama adalah sang aji, sang datu. Makna yg
kedua adalah tuan aji atau orang-orang yang pergi berhaji. Makna ketiga adalah
nilai. Dan aji makna keempat ialah jual beli. Kemudian kata krame itu sendiri
artinya adalah wilayah.
Lalu definisi dari aji
krame itu adalah harga/nilai dalam satu komunitas wilayah kedatuan.
Aji krame itu sendiri
ditentukan dari kemampuan lahir batin sandang pangan papan, kemampuan finansial
maupun spiritual kita sendiri sebagai bangse sasak.
Lalu mengapa ada sorong
serah? Semua ini berlaku untuk semua wilayah yang pantang untuk melanggar
sekupu. Sekupu disini bermakna aturan untuk pernikahan yang setara tingkat
stratifikasi sosialnya.
Ada sekupu game (satu
agama) dan ada sekupu wangse (satu bangsa).
Namun sekupu wangse
seringkali dilanggar jika sudah terdapat cinta di dalamnya. Sehingga terjadilah
perkawinan yang menimbulkan stratifikasi sosial yang berbeda diantara kedua
pengantin. Lewat perkawinan inilah terjadi sorong serah aji krame.
Mengapa dikatakan
sorong? Karena itu sesuatu yang berat maka kita sorong ramai-ramai. Dan serah
itu sudah jelas sesuatu yang kita dorong bersama itu kita serahkan juga kepada
orang banyak.
Lalu apa yang diserah?
Penyerahan itu berbentuk material, berbentuk simbol-simbol dari kemampuan finansial
lelaki tersebut.
Sorong serah aji krame
bertujuan untuk memberitahukan kepada khalayak ramai atau saksi yang ada
dibawah tetaring bahwa telah terjadi pernikahan yang sah secara adat.
Sorong serah dilakukan
oleh dua pihak, yakni pihak perempuan sebagai yang menerima dan pihak laki-laki
sebagai yang mengantar.
Adapun ritual atau
rangkaian acara yang dilakukan saat acara sorong serah aji krame adalah sebagai
berikut.
Pertama pisolo atau
orang yang mengabarkan kepada pihak perempuan bahwa pembayun dari pihak
laki-laki sudah siap untuk masuk.
Lalu disana masuklah
rombongan pembayun dari pihak laki-laki yang dimulai dengan mengucapkan salam
secara adat dan agama. Lalu disitu terjadi penyerahan, sesuai dengan nilai atau
harga yang sudah ditentukan dengan adanya simbol-simbol kemampuan seorang laki-laki
yang sudah siap mengambil perempuan sebagai istrinya menurut adat sasak.
Simbol yang pertama
bernama sirah aji yg menandakan ada wadah yang disimbolkan dengan bokor yang
berisi kain putih yang di dalamnya ada keris dan kain hitam yang diikat dengan
lawe . Dimana putih itu menandakan suci yakni agama dan hitam menandakan adat.
Bermakna agama dan adat tidak dapat dipisahkan. Makna kedua yakni laki-laki dan
perempuan yang sudah diikat tidak boleh terpisah karena sudah terikat di dalam
wadah atau dunia ini. Dan keris itu sendiri disebut sebagai kebo turu (kerbau
tidur) yang memiliki makna bahwa proses adat sorong serah aji krame itu tidak
ada masalah dan berjalan dengan lancar.
Simbol yang kedua
disebut pikolohing warge yang menandakan ada salin dede bermakna pelepasan atau
pergantian tanggung jawab dari orgtua kepada suami yang disimbolkan dengan
ponjol, sarung baru, sabuk nganak, dan buluh bambu. Simbol yang lain ada
penginang, dimana penginang tersebut disanalah sah adat sasak. Dan di dalam
penginang tersebut berisikan enam hal,
yakni lekoq, buaq, mako, apuh, gambir, rokoq, yang bermakna titi, tata, tindak,
tanduk, tertib, tapsile wahyat jati. Makna dari simbol yang enam tersebut
adalah, titi dalam bahasa sasak berarti jembatan yang terbuat dari sebatang
kayu, yakni dari titi tersebut kita diharapkan untuk berhati-hati. Tata, kita
menata kehidupan ini dengan hati-hati. Lalu yang di tata dengan hati-hati disini
adalah tindak tanduk yg bermakna prilaku kita terhadap sesama bangse sasak
dengan menghormati yang lebih tua dan menghargai yang lebih muda.
Tertib tapsile diambil
dari kata bersile yang bermakna tingkatan-tingkatan prilaku yang harus kita
patuhi agar proporsional penempatan bahasa dan laku tindak yang baik sebagai
penghormatan kita kepada seseorang. Dan wahyat jati sendiri bermakna itulah
jati diri bangse sasak.
Simbol yang ketiga
yakni penyerahan kepeng, benang, kereng yang sudah ditentukan jumlahnya menurut
tingkatan-tingkatan yang diartikan sebagai kemampuan finansial biasanya dalam
bahasa sasak menyebutnya dengan sebutan kepeng benang.
Selanjutnya tibalah
pembayun untuk menembang dan tembang yang dibawakan disinipun adalah
tembang-tembang yg mengandung makna-makna pengajaran atau berisi nasehat
tentang kehidupan. Itu dijadikan sebagai pengajaran/pembelajaran untuk
menjalani kehidupan di masa depan.
Dengan beakhirnya tembang dari pembayun tadi maka
berakhirlah prosesi adat sorong serah aji krame yang dilaksanakan oleh kedua
belah pihak keluarga dari pengantin.


What a beautiful story!!
BalasHapusHello Nova, thanks for ur caring on my blog. Wish you like it. See the next teks yeay!👌
HapusWaah thanks infonya sangat bermanfaat
BalasHapusHello Nurul, makasi. Tunggu postingan selanjutnya yaa 😊
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusInformasi yg sangat bermanfaat. Thankyou miinn
HapusHello Tri, terimakasih kembali 😊
HapusInformasi yang menarik dan sangat brrmanfaat.
BalasHapusTerimakasih atas kunjungannya. Semoga kamu suka😊
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusBgus postingannya, perkenalkan adat lombok yang jarang orang luar tahu
BalasHapusTerimakasih. Semoga bermanfaat😊
HapusAmazing Lombok 😂
BalasHapusAyo lestarikan budaya tercinta 😍
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusSangat2 menarik. Ini adalah ilmu yg mahal, sejarah yg hilang, yg banyak orang mungkin gak tau, sangat bermanfaat buat para pembaca
BalasHapusTerimakasih, semoga kita bisa melestarikannya agar tidak termakan oleh zaman
BalasHapusKeren
BalasHapuskmbangkan trus tulisan2 trkait budaya lombok. Anak zaman skarang banyak yang tidak mengetahui budaya.
Terimakasih, semoga bermanfaat 😊
HapusBeautiful story in sasakness 👍
BalasHapusSorong serah, wedding ceremony in Lombok it so sacred 👍
Thanks for visiting my blog, wish you like it 😊
HapusSo like it 😇
HapusSo like it 😇
HapusSee my next post yaa! 🙏
Hapuspostingannya sangat bagus,untuk selalu mengingatkan kita akan budaya sasak
BalasHapusSemoga bisa dinikmati dan bermanfaat untuk banyak orang, terimakasih.
HapusSemoga bisa dinikmati dan bermanfaat untuk banyak orang, terimakasih.
HapusSemoga bermanfaat untuk para pengunjung
BalasHapusTerimakasih atas kunjungannya yaa
HapusTerimakasih atas kunjungannya yaa
HapusGood
BalasHapusGood
BalasHapusTengkyu, tunggu postingan selanjutnya yaa 😉
HapusTerimakasih infonya ditunggu postingan selanjutnya yaa
HapusSemoga bermanfaat yaa 👌
Hapusour culture is unique, as well as said to be interesting, weird traditions also exist ...
BalasHapusOh, yes...
Why not include his traditions dasan malang
Hello Husen, thanks for visiting my blog. Let's everlasting it. See my next teks yaa 😍
HapusHahahaa
HapusDo itashimashita.
Oh ya tiang tunggu postingan selanjutnya,😍😍😘
HapusBudaya Sasak harus tetap dilestarikan.
BalasHapusMari kita sama2 melestarikan budaya kita tercinta 👌
HapusMari kita sama2 melestarikan budaya kita tercinta 👌
HapusKeren.
BalasHapus. Semoga bermanfaat
Terimakasih 😊
HapusTerimakasih 😊
HapusWhat a rewarding information.
BalasHapusThank's sofiya to tell us about it. 😊
Thanks for visiting my blog, may be useful 👌
BalasHapusSngat bermanfaat. Terimakasih
BalasHapus