Pulau
Lombok atau Bumi Sasak terdiri atas empat wilayah kabupaten, yakni Lombok
Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Lombok Utara. Bumi Sasak sangat kaya
akan adat dan budaya. Bahkan adat dan budaya dapat disebut sudah menjadi jati
diri Bumi Sasak itu sendiri.
Sebut
saja Desa Adat Limbungan. Dari sekian banyak desa adat, Desa Adat Limbungan yang
tepatnya berada di Desa Perigi Kecamatan Suela Lombok Timur selain kompleks
dusun dengan rumah-rumah penduduk yang serba tradisional, masyarakat adat di
Limbungan juga masih memegang tradisi-tradisi Sasak dalam kehidupan
sehari-hari. Dan orang-orang Sasak patut berterima kasih pada mereka yang masih
menyisakan cerita peradaban silam di Lombok untuk disaksikan kembali di masa
kini.
Salah
satunya adalah tradisi Betetulak Makem merupakan suatu tradisi masyarakat Desa
Adat Limbungan yang dilakukan ketika ada salah satu dari keluarga yang sudah
bernazar. Kegiatan ini diyakini oleh masyarakat sebagai tradisi pencegah bala, agar
terhindar dari mara bahaya dan agar diberikan nikmat kesuburan tanaman di ladang
mereka.
Rangkaian
acara dari Betetulak Makem ini adalah bagi keluarga yang sudah bernazar tersebut
diantarkan oleh anggota keluarga ke salah satu makam tua yang ada di sana dengan
membawa sesajen (andang-andang) berupa makanan. Lalu di sana dilakukan acara
zikiran yang kemudian diikuti oleh acara pembersihan yaitu bejarup (membasuh
muka dengan air) lalu acara terakhir yakni sembeq (menaruh campuran daun sirih
dan buah pinang yang sudah dikunyah di atas kening). Ritual acara ini dipimpin
oleh mangku (di sana dikenal sebagai penjaga makam). Masyarakat mempercayai
jika tradisi Betetulak Makem ini tidak dilaksanakan maka akan mendatangkan
penyakit atau kesialan bagi keluarga yang sudah bernazar tersebut.
Dari
tradisi pencegah bala ini, kita dapat mempelajari makna dari rasa kekonsistenan
yang tinggi dilihat dari masyarakat yang dapat memenuhi janji yang telah
dibuatnya dengan melaksanakan berbagai macam rangkaian acara. Selain itu juga
kita dapat mempelajari makna dari rasa kesetiaan dan kepercayaan dilihat dari
masyarakat Desa Adat Limbungan yang masih mengikuti tradisi yang sudah turun
temurun dilaksanakan oleh para pedahulu mereka.


Good information mari kita lestarikan budaya
BalasHapusKeren π postingannya sangat menambah wawasan
BalasHapusBagus π
BalasHapusSangat bermanfaat dan menambah wawasan π
Terus budayakan kak jangan biarkan orang asing merusaknya
BalasHapussasak tulen mulen maik meton
BalasHapusKeren dari pengambilan fotonya, dan infonya sangat menarik dan menambah wawasan
BalasHapusfotonya bagus-bagus ajarin dong cara pengambilan foto
BalasHapusTerimakasih,semoga bermanfaatπ
BalasHapusMulen maik sasak tulen meton..
BalasHapusMempunyai beraneka ragam budaya.
Mari lestarikan budaya tercinta π
HapusMari lestarikan budaya tercinta π
HapusDalam menjaga dan melestarikan suatu buyaya kita sebagai generasi penerus bangsa harus bisa menjaga dan melibatkan masyarak untuk bisa berkerja sama.karna peranan masyarak dalam mengelola sangat penting
HapusTerimakasih, semoga kita sebagai generasi penerus tetap tersentuh untuk sama2 saling mengingatkan agar tetap melestarikannya π
HapusKeren, sebagai generasi penerus kita harus mampu menjaga dan melestarikannya. Terima kasih.
BalasHapusMari lestarikan budaya tercinta, semoga bermanfaat, terimakasih.
HapusKembangkan lagi untuk tetap melestarikan budaya
BalasHapusTerimakasih, semoga bermanfaat.
HapusKembangkan lagi untuk tetap melestarikan budaya
BalasHapusMenarik Jika Berbicara Tentang Kultur Dan Budaya Daerah Sasak Tercinta, Next Post Lebih Di Sederhanakan Penggunaan Kata Mmiminku :-)
BalasHapusSemoga kita merasa bangga dan semakin tertarik melestarikannya. Terimakasih sarannya.
HapusSungguh bermanfaat postingan ini. π
BalasHapusTerimakasih, semoga bermanfaatπ
HapusNTB sungguh kaya akan tradisi dan budaya. Sangat menambah pengetahuan tentang sasak. Terutama untuk kami di luar suku Sasakπ
BalasHapusMar kita sama2 melestarikan budaya tercinta π
Hapusa good information
BalasHapusTengkyu π
HapusNazarrr adalah hutang yg wajib di bayar.
BalasHapusLestarikan budaya sasak...
Terimakasih. Jangan lupa bayar hutang ππ
HapusTerimakasih. Jangan lupa bayar hutang ππ
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusWah keren. Jadi kita harus selalu ingat pada nazar yang sudah kita ucapkan.
BalasHapusMantap. Selalu cinta dan tetap lestarikan budaya yaa π
HapusInformasi yg bermanfaat, bisa menambah pengetahuanπ
BalasHapusTerimakasih,semoga kita selalu tergerak untuk melestarikan budaya π
Hapusfoto-fotonya kerrrrreeeennnn,,,
BalasHapusmantap djiwaaa hihi
Terimakasih, semoga bermanfaat π
HapusNice min , π
BalasHapusTengkyu π
HapusSO AMAZING....
BalasHapusThanks π
HapusMulen maik sasak tulenπ
BalasHapusSilaq pade bareng2 jaga bumi sasak tercinta π
HapusSilaq pade bareng2 jaga bumi sasak tercinta π
HapusWhat a rewarding information.
BalasHapusThank you sofiya to tell us about it.π
Thanks for visiting my blog, hope it will be useful for us π
Hapus