Selasa, 26 Desember 2017

Tradisi Pencegah Bala Desa Adat Limbungan



Pulau Lombok atau Bumi Sasak terdiri atas empat wilayah kabupaten, yakni Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Lombok Utara. Bumi Sasak sangat kaya akan adat dan budaya. Bahkan adat dan budaya dapat disebut sudah menjadi jati diri Bumi Sasak itu sendiri.
Sebut saja Desa Adat Limbungan. Dari sekian banyak desa adat, Desa Adat Limbungan yang tepatnya berada di Desa Perigi Kecamatan Suela Lombok Timur selain kompleks dusun dengan rumah-rumah penduduk yang serba tradisional, masyarakat adat di Limbungan juga masih memegang tradisi-tradisi Sasak dalam kehidupan sehari-hari. Dan orang-orang Sasak patut berterima kasih pada mereka yang masih menyisakan cerita peradaban silam di Lombok untuk disaksikan kembali di masa kini. 
Salah satunya adalah tradisi Betetulak Makem merupakan suatu tradisi masyarakat Desa Adat Limbungan yang dilakukan ketika ada salah satu dari keluarga yang sudah bernazar. Kegiatan ini diyakini oleh masyarakat sebagai tradisi pencegah bala, agar terhindar dari mara bahaya dan agar diberikan nikmat kesuburan tanaman di ladang mereka.
Rangkaian acara dari Betetulak Makem ini adalah bagi keluarga yang sudah bernazar tersebut diantarkan oleh anggota keluarga ke salah satu makam tua yang ada di sana dengan membawa sesajen (andang-andang) berupa makanan. Lalu di sana dilakukan acara zikiran yang kemudian diikuti oleh acara pembersihan yaitu bejarup (membasuh muka dengan air) lalu acara terakhir yakni sembeq (menaruh campuran daun sirih dan buah pinang yang sudah dikunyah di atas kening). Ritual acara ini dipimpin oleh mangku (di sana dikenal sebagai penjaga makam). Masyarakat mempercayai jika tradisi Betetulak Makem ini tidak dilaksanakan maka akan mendatangkan penyakit atau kesialan bagi keluarga yang sudah bernazar tersebut.
Dari tradisi pencegah bala ini, kita dapat mempelajari makna dari rasa kekonsistenan yang tinggi dilihat dari masyarakat yang dapat memenuhi janji yang telah dibuatnya dengan melaksanakan berbagai macam rangkaian acara. Selain itu juga kita dapat mempelajari makna dari rasa kesetiaan dan kepercayaan dilihat dari masyarakat Desa Adat Limbungan yang masih mengikuti tradisi yang sudah turun temurun dilaksanakan oleh para pedahulu mereka.


45 komentar:

  1. Good information mari kita lestarikan budaya

    BalasHapus
  2. Keren πŸ‘ postingannya sangat menambah wawasan

    BalasHapus
  3. Bagus πŸ‘
    Sangat bermanfaat dan menambah wawasan 😊

    BalasHapus
  4. Terus budayakan kak jangan biarkan orang asing merusaknya

    BalasHapus
  5. Keren dari pengambilan fotonya, dan infonya sangat menarik dan menambah wawasan

    BalasHapus
  6. fotonya bagus-bagus ajarin dong cara pengambilan foto

    BalasHapus
  7. Terimakasih,semoga bermanfaat😊

    BalasHapus
  8. Mulen maik sasak tulen meton..
    Mempunyai beraneka ragam budaya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mari lestarikan budaya tercinta πŸ‘Œ

      Hapus
    2. Mari lestarikan budaya tercinta πŸ‘Œ

      Hapus
    3. Dalam menjaga dan melestarikan suatu buyaya kita sebagai generasi penerus bangsa harus bisa menjaga dan melibatkan masyarak untuk bisa berkerja sama.karna peranan masyarak dalam mengelola sangat penting

      Hapus
    4. Terimakasih, semoga kita sebagai generasi penerus tetap tersentuh untuk sama2 saling mengingatkan agar tetap melestarikannya 😊

      Hapus
  9. Keren, sebagai generasi penerus kita harus mampu menjaga dan melestarikannya. Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mari lestarikan budaya tercinta, semoga bermanfaat, terimakasih.

      Hapus
  10. Kembangkan lagi untuk tetap melestarikan budaya

    BalasHapus
  11. Kembangkan lagi untuk tetap melestarikan budaya

    BalasHapus
  12. Menarik Jika Berbicara Tentang Kultur Dan Budaya Daerah Sasak Tercinta, Next Post Lebih Di Sederhanakan Penggunaan Kata Mmiminku :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kita merasa bangga dan semakin tertarik melestarikannya. Terimakasih sarannya.

      Hapus
  13. Sungguh bermanfaat postingan ini. πŸ‘

    BalasHapus
  14. NTB sungguh kaya akan tradisi dan budaya. Sangat menambah pengetahuan tentang sasak. Terutama untuk kami di luar suku Sasak😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mar kita sama2 melestarikan budaya tercinta 😊

      Hapus
  15. Nazarrr adalah hutang yg wajib di bayar.
    Lestarikan budaya sasak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih. Jangan lupa bayar hutang πŸ˜€πŸ˜€

      Hapus
    2. Terimakasih. Jangan lupa bayar hutang πŸ˜€πŸ˜€

      Hapus
  16. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  17. Wah keren. Jadi kita harus selalu ingat pada nazar yang sudah kita ucapkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantap. Selalu cinta dan tetap lestarikan budaya yaa πŸ˜‰

      Hapus
  18. Informasi yg bermanfaat, bisa menambah pengetahuanπŸ‘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih,semoga kita selalu tergerak untuk melestarikan budaya 😊

      Hapus
  19. foto-fotonya kerrrrreeeennnn,,,
    mantap djiwaaa hihi

    BalasHapus
  20. Mulen maik sasak tulenπŸ‘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silaq pade bareng2 jaga bumi sasak tercinta πŸ‘Œ

      Hapus
    2. Silaq pade bareng2 jaga bumi sasak tercinta πŸ‘Œ

      Hapus
  21. What a rewarding information.
    Thank you sofiya to tell us about it.😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks for visiting my blog, hope it will be useful for us πŸ˜‡

      Hapus